JAKARTA - Gagal menggeser dominasi Google di medan pertarungan mesin pencari, Microsoft memilih menggugat secara hukum. Gugatan formal dilayangkan ke badan antimonopoli di Komisi Uni Eropa kemarin. Tuduhannya, Google secara sistematis menghalang-halangi kompetisi di pasar iklan mesin pencari Internet.
Google menguasai 90 persen pasar periklanan mesin pencari. Mesin pencari Microsoft, Bing, berada di urutan kedua.
Gugatan ini menempatkan Microsoft dalam posisi yang berbeda selama dua dekade terakhir. Biasanya, Microsoft menjadi sasaran gugatan pihak lain di Eropa dan Amerika Serikat untuk kasus-kasus seperti itu. Ada kalanya Microsoft menang. Tapi ada kalanya juga kalah.
"Gugatan ini menggambarkan ironi terbesar dalam sejarah antimonopoli," kata Thomas Vinje, Kepala Urusan Praktek Antimonopoli di Clifford Chance, yang pernah memimpin koalisi menggugat Microsoft di Uni Eropa dan menang.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
"Microsoft sudah belajar dari pengalamannya, bagaimana menyebabkan kerusakan maksimum bagi pesaingnya melalui hukum antimonopoli," kata Vinje.
Dalam gugatannya, Microsoft menuduh Google melakukan tindakan-tindakan terpola untuk memenangkan persaingan secara tak adil. Google juga tengah diperiksa oleh Komisi Uni Eropa atas pengaduan tiga perusahaan kecil, salah satunya dimiliki oleh Microsoft.
Microsoft berharap badan antimonopoli mengambil tindakan. Dari bukti-buktinya nanti, diharapkan badan serupa di Amerika Serikat juga bertindak.
DEDDY SINAGA | REUTERS | NYTIMES
Sumber: Tempo
Home » All posts
Sabtu, 02 April 2011
Microsoft Gugat Google
Perang Tombol Facebook-Google
JAKARTA--Perang antara Facebook dengan Google, makin seru saja. Tak mau kalah dengan facebook yang menyediakan tombol like, Google menyediakan tombol serupa. Raksasa mesin pencari Internet itu punya tombol "+1", yang fungsinya sama dengan tombol like.
Dalam upaya terbaru membuat lebih relevan dengan ruang jejaring sosial, Google pada Rabu (30/3) meluncurkan sebuah tombol baru yang memungkinkan orang berbagi link pencarian dengan teman-temannya.
Tombol "+1" akan segera muncul di samping link pada halaman hasil pencarian Google. Dengan mengklik tombol ini, pengguna bisa merekomendasikan link ke daftar teman chattingnya atau temen-teman di "My Contact" Gmail.
Dalam posting blog memperkenalkan fitur tersebut, Google menyatakan bahwa +1 sebagai istilah digital "cukup keren".
"Tombol ini dimaksudkan untuk membantu memandu teman melalui hasil pencarian (di search engine), memungkinkan mereka untuk melihat apakah orang yang mereka kenal sangat memerlukannya. Fitur ini menambahkan elemen manusia ke algoritma pencarian otomatis Google."
Seperti dilaporkan CNN, Google mencontohkan, "jika anda mencari resep pasta baru, pada hasil pencarian akan tertera beberapa "+1" dari temen "kuliner" anda. Anda juga bisa melihat berapa banyak orang merekomendasikan kedai kopi lokal untuk anda."
Untuk saat ini, Google masih membatasi fasilitas tombol +1 hanya pada mesin pencarinya, tetapi dalam beberapa minggu mendatang, perusahaan itu akan memperkenalkannya pada produk-produk lainnya.
Google juga berencana menawarkan tombol +1 untuk laman Web pihak ketiga, seperti yang telah dilakukan oleh Facebook dengan tombol "like"-nya. Selama ini Google memiliki tombol sejenis yakni Google Buzz dan beberapa analis berspekulasi +1 akan menggantikan tombol Google Buzz.
Google sedang berusaha untuk mengembangkan bisnis "sosial"-nya. Usaha pertamanya dalam jejaring sosial adalah Orkut, tidak cukup dikenal di dunia (meskipun tetap populer di Brazil). Upaya keduanya Buzz, menghadapi bencana protes terkait privasi saat peluncurannya.
Komisi perdagangan federal (the Federal Trade Commission/FTC) mengatakan bahwa Google telah "menggunakan taktik menipu dan melanggar janji privasi sendiri" ketika meluncurkan Buzz.
Kepada FTC, Google menyatakan sepakat menerapkan sebuah program privasi dan menjalani audit independen untuk 20 tahun kedepan.
Peluncuran +1 tampaknya menjadi bagian dari apa yang telah CEO Google Eric Schmidt gambarkan sebagai "layers" sosial seluruh Web, bukan lagi solusi jaringan sosial seperti-Facebook.
Schmidt telah berulang kali menyatakan bahwa Google tidak bersaing dengan Facebook, dan menyebutkan bahwa Microsoft-lah saingan terbesarnya.
Namun, Facebook segagah Google dalam banyak sejarah masa lalu Internet. Pengguna Web sekarang menghabiskan lebih banyak waktu di Facebook ketimbang Google. Dan sekarang, menurut Hitwice, Facebook melampaui Google sebagai laman paling banyak dikunjungi di Internet.
Untuk saat ini, bagaimanapun, Google mengatakan tengah memfokuskan diri pada sosial sebagai cara untuk meraih kekuasaan.
Ingin tahu lebih banyak mengenai tombol +1 Google kunjungi alamat website http://www.google.com/+1/button/.
Sumber: Republika
Internet Explorer 9 Diklaim Paling Hemat Energi
MICROSOFT mengklaim bahwa Internet Explorer 9 (IE9) merupakan browser ramah lingkungan, dan mendapat label terhijau.
Dalam posting IEBlog, perusahaan tersebut menjelaskan grafik hasil tes konsumsi listrik dengan menggunakan IE9, Chrome 10, Firefox 4, Opera 11, dan Safari 5.
Dari tiga browser pertama yakni IE9, Chrome 10, dan Firefox 4 menunjukkan angka terdekat pada sitem idle. Namun IE9 mencapai watt terendah, ketika pengguna mengunjungi sebuah situs berita, dengan menjalankan aplikasi HTML5.
Untuk perbandingan situs berita, IE9 bisa memangkas waktu sampai 33 menit bila memakai baterai berkekuatan 56Wh, saat menjalankan browser pada halaman kosong. Sedangkan Firefox 4 hanya mampu sampai 31 menit dari waktu idle. Bagaimana Chrome 10? Kinerja browser milik Google ini cukup buruk, perlu satu jam 7 menit.
Sedangkan untuk tes HTML5 menunjukkan hasil yang sama. IE9 memimpin dengan kemampuan memperpanjang umur baterai selama 3 jam 45 menit. Firefox menyusul pada posisi kedua dengan selisih 10 menit lebih lama. Kemudian Chrome 10 dan Safari 5 hanya mampu sampai satu jam saja. Sedangkan Opera 11 masuk ke daftar posisi terakhir. (electronista/Nda/OL-12)
Penulis : Siswantini Suryandari
Sumber: Media Indonesia
Bahrain Tangkap Aktivis Internet Terkemuka
SEJUMLAH petugas menahan Mahmoud al-Youssef, bapak blogging yang terkenal sebagai pengecam keras pemerintah.
Anggota keluarga dan para aktivis HAM mengatakan pihak berwenang Bahrain telah menangkap seorang aktivis internet paling terkemuka di negara ini sebagai bagian dari usaha menumpas para demonstran pro-demokrasi.
Mereka mengatakan, sejumlah petugas menahan Mahmoud al-Youssef pada hari Rabu. Al-Youssef merupakan pengecam keras pemerintah yang dianggap membatasi kebebasan berekspresi warga Bahrain. Ia sering dianggap sebagai bapak blogging di negara teluk ini.
Sementara itu, Human Rights Watch mengatakan pihak berwenang Bahrain mempehttp://www.blogger.com/img/blank.gifrlakukan dengan semena-mena para demonstran dan orang-orang yang terluka dalam demonstrasi-demonstrasi anti pemerintah.
Kelompok HAM tersebut mengatakan Rabu, pasukan keamanan dan militer Bahrain memburu dan mengancam para aktivis yang terluka yang sempat dibawa ke fasilitas medis terbesar di Bahrain sebelumnya bulan ini.
Senin lalu, kantor berita Reuters mengatakan partai oposisi Bahrain mengatakan 250 orang telah ditahan dan 44 lainnya hilang dalam aksi penumpasan pemerintah terhadap para demonstran.
Sumber: VOA News
